Ngawi – Transformasi digital di dunia pendidikan Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan perkembangan signifikan melalui inovasi Si President (Sistem Presensi for Student) yang dikembangkan oleh SMPN 1 Pangkur. Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan administrasi sekolah yang selama ini masih bergantung pada sistem presensi manual. Di tengah tuntutan efisiensi dan akurasi data pendidikan, kehadiran sistem berbasis website ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi layanan sekolah serta mendukung tata kelola pendidikan yang lebih modern dan terintegrasi.

Selama ini, pencatatan kehadiran siswa secara manual sering menimbulkan kendala, mulai dari proses rekap yang memakan waktu lama hingga potensi kesalahan input data. Kondisi tersebut tidak hanya membebani wali kelas, tetapi juga menghambat proses pemantauan kehadiran siswa secara real-time oleh pihak sekolah. Berangkat dari permasalahan tersebut, inovasi Si President dirancang untuk memberikan solusi yang lebih cepat, praktis, dan dapat diakses kapan saja melalui perangkat digital, sehingga proses administrasi menjadi lebih ringan dan terstruktur.
Sistem ini mengusung konsep presensi berbasis web yang dilengkapi berbagai fitur utama seperti login wali kelas, pengisian absensi harian, riwayat kehadiran siswa, serta laporan otomatis dalam bentuk PDF dan Excel. Dengan dukungan teknologi database yang aman dan sistem antarmuka yang responsif, data kehadiran siswa dapat tersimpan secara rapi dan mudah ditelusuri. Hal ini menjadikan proses pengelolaan absensi tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih transparan dan akuntabel bagi seluruh pihak yang berkepentingan di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, inovasi ini telah diterapkan di lingkungan sekolah dengan melibatkan 19 wali kelas dan 581 siswa sebagai pengguna aktif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa proses input presensi dapat dilakukan hanya dalam waktu 3–5 menit per kelas, sehingga secara signifikan menghemat waktu kerja wali kelas. Selain itu, sistem ini juga terbukti stabil dan mampu menyajikan data secara real-time tanpa kendala berarti, meskipun pada tahap awal sempat ditemukan beberapa penyesuaian teknis seperti masalah login dan kompatibilitas perangkat.
Keberhasilan implementasi ini menjadi bukti bahwa Si President tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu administrasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya besar dalam mendorong digitalisasi pendidikan di Kabupaten Ngawi. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan penambahan fitur-fitur seperti izin online, integrasi nilai akademik, serta notifikasi otomatis kepada orang tua siswa. Dengan demikian, inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sekolah yang lebih efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.