Ngawi – Desa Kiyonten dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar di Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. Luas lahan yang memadai serta kondisi geografis yang mendukung menjadi modal utama dalam pengembangan sektor agraris. Namun demikian, praktik pertanian dan peternakan konvensional yang masih bergantung pada bahan kimia sintetis menimbulkan berbagai permasalahan, seperti menurunnya kesuburan tanah, pencemaran air, serta risiko kesehatan bagi masyarakat. Menurut Food and Agriculture Organization, sistem pertanian berkelanjutan menjadi solusi dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian Republik Indonesia juga mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Desa Kiyonten menginisiasi inovasi PANTAS (Pertanian yang Produktif, Adil, dan Berkelanjutan) sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian dan peternakan menuju sistem yang lebih modern, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada keadilan ekonomi serta keberlanjutan sumber daya alam. Inovasi PANTAS bertujuan untuk mendorong transisi dari sistem pertanian dan peternakan konvensional menuju sistem organik dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan desa, serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati berbasis sumber daya lokal. Dengan demikian, Desa Kiyonten diharapkan mampu menjadi sentra pertanian dan peternakan unggulan di Kabupaten Ngawi.
Dalam implementasinya, program ini mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan sekolah tani organik, yang menjadi wadah pembelajaran rutin bagi petani. Melalui kegiatan ini, petani diberikan pelatihan mengenai teknik pertanian organik, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC), hingga strategi pemasaran hasil pertanian. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas petani, tetapi juga membangun kemandirian dalam pengelolaan usaha tani. Selain itu, petani juga didorong untuk memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sekaligus menekan biaya produksi. Untuk mendukung proses pembelajaran, dikembangkan pula lahan percontohan (demonstration plot) sebagai media praktik langsung bagi petani dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan. Dari sisi hilir, inovasi ini juga memperkuat aspek branding dan pemasaran produk. Hasil pertanian dikemas secara lebih menarik dan dipasarkan melalui berbagai saluran, baik pasar lokal maupun platform digital. Dalam jangka menengah, pemerintah desa juga mendorong proses sertifikasi organik guna meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas akses pasar.
Manfaat dari inovasi PANTAS dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dari sisi ekonomi, program ini mampu meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan nilai jual produk. Dari sisi lingkungan, penggunaan pupuk organik dan pestisida alami membantu menjaga kualitas tanah dan air serta meningkatkan keanekaragaman hayati. Sementara dari sisi sosial, program ini membuka peluang lapangan kerja baru di sektor pertanian, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian. Hasil yang telah dicapai menunjukkan adanya peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan sekolah tani, berkembangnya produksi pupuk organik secara mandiri, serta mulai terbentuknya sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, produk pertanian Desa Kiyonten juga mulai memiliki nilai tambah melalui proses pengemasan dan pemasaran yang lebih baik. Secara keseluruhan, PANTAS merupakan inovasi yang mengintegrasikan aspek produktivitas, keadilan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan dalam satu sistem yang terpadu. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan dan pemanfaatan potensi lokal, inovasi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta menjaga kelestarian lingkungan desa secara berkelanjutan.