Bapperida Ngawi Hadiri Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Wilayah Bakorwil I Madiun

Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi dalam percepatan penurunan stunting, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ngawi turut menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi Pencegahan, Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Pelaksanaan Aksi Konvergensi Kabupaten/Kota Semester I Tahun 2026 Wilayah Bakorwil I Madiun.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Bakorwil I Madiun, diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur. Bapperida Kabupaten Ngawi diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) didampingi Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Bidang PPM.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Bakorwil I Madiun dan dihadiri oleh unsur Bappelitbang/Bappeda/Bapperida, Dinas Kesehatan, DP3AKB, DPMD, serta Tim Penggerak PKK dari kabupaten/kota di wilayah Bakorwil I Madiun.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan aksi konvergensi TPPS, dengan mendasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2025–2029 serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.2/0807/Bangda tanggal 26 Januari 2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Aksi Konvergensi TPPS.

Rapat monitoring dan evaluasi bertujuan untuk memantau pelaksanaan aksi TPPS dan konvergensi Semester I Tahun Anggaran 2026 pada 10 kabupaten/kota di wilayah Bakorwil I Madiun. Selain itu, kegiatan juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi daerah, menggali inovasi maupun praktik baik (best practices), serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut secara bersama-sama.

Berdasarkan hasil evaluasi, progres pelaksanaan aksi konvergensi di wilayah Bakorwil I Madiun berada pada kisaran 54,7 persen hingga 75 persen. Terdapat empat kabupaten yang telah mencapai progres sebesar 75 persen, termasuk Kabupaten Ngawi. Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif, namun masih terdapat kesenjangan dalam pelaksanaan maupun pelaporan aksi konvergensi antarwilayah.

Dalam evaluasi tersebut juga ditekankan bahwa upaya percepatan penurunan stunting tidak semata-mata berfokus pada penanganan balita, tetapi perlu dilakukan secara komprehensif sejak hulu dan sepanjang siklus kehidupan. Pendekatan tersebut mencakup intervensi pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga penyediaan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga.

Melalui forum monitoring dan evaluasi ini, diharapkan sinergi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan di wilayah Bakorwil I Madiun semakin kuat. Penguatan koordinasi, ketepatan sasaran intervensi, kualitas pelaksanaan aksi konvergensi, serta konsistensi pelaporan menjadi bagian penting dalam memastikan percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan. Bapperida Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah serta pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Scroll to Top