Perkuat Ketahanan Ekonomi dari Desa, Bapperida Ngawi Bekali Kader PKK Keterampilan Berbasis Inovasi

NGAWI — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ngawi terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat pemerataan pembangunan berbasis riset dan inovasi hingga ke akar rumput. Berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ngawi, Bapperida menggelar agenda penguatan kapasitas inovasi dan keterampilan kemandirian ekonomi bagi kader PKK, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pokja 2 TP PKK Kabupaten Ngawi ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi dr. Hj. Ana Mursyida. Agenda tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penggerak, di antaranya, Ineke Dwi Astuti, dan Dra. Siti Zubaidah, serta diikuti puluhan kader perwakilan dari Pokja 1, Pokja 2, Pokja 3, dan Pokja 4 se-Kabupaten Ngawi.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (Rida) Bapperida Kabupaten Ngawi hadir langsung sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ditekankan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan harus bertumpu pada daya cipta serta kejelian masyarakat desa dalam menggali potensinya sendiri.

Lebih dari sekadar pembekalan teori kebijakan, rangkaian kegiatan tersebut diwujudkan dalam aksi nyata melalui pelatihan aplikatif pembuatan sabun mandi. Pelatihan ini dirancang sebagai stimulus wirausaha rumah tangga berbasis rumah tangga (home industry), sekaligus mengedukasi peserta mengenai higienitas serta pemanfaatan bahan secara efektif.

Para kader tampak antusias mempraktikkan proses peracikan sabun langkah demi langkah. Keterampilan ini diharapkan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, melainkan dapat ditularkan dan diduplikasi oleh para kader di wilayah desa masing-masing.

Melalui sinergi lintas sektor antara perangkat daerah dan organisasi kemasyarakatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi optimis bahwa ekosistem inovasi dapat terintegrasi dengan penguatan ekonomi keluarga. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi strategis dalam menciptakan ketahanan ekonomi desa yang berdaya saing dan mandiri secara berkelanjutan.

Scroll to Top