
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi serta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Risiko Pemerintah Digital, Kamis (17/9/2026), bertempat di Kurnia Convention Hall.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh Perangkat Daerah, termasuk kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Bapperida Kabupaten Ngawi turut berpartisipasi melalui Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM).
Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan. Manajemen risiko diperlukan untuk membantu perangkat daerah mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi, sekaligus menentukan langkah pengendalian dan mitigasi secara lebih sistematis.
Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan ITRISK, yaitu aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan manajemen risiko sekaligus membantu perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah. Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendorong proses perencanaan yang lebih terintegrasi, terdokumentasi, dan berbasis risiko.
Penerapan manajemen risiko dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan peningkatan tata kelola internal pemerintah, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan kemampuan mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan, perangkat daerah dapat menyiapkan langkah antisipasi yang lebih tepat, mengurangi potensi hambatan dalam pelaksanaan program, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
Melalui penguatan manajemen risiko dan pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Ngawi.
“Manajemen risiko bukan sekadar menghindari kegagalan, tetapi memastikan setiap langkah pembangunan berjalan lebih terarah dan setiap manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.”