Ngawi – Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat desa. Di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, persentase lansia mencapai lebih dari 15% dari total penduduk. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan dan aktivitas sosial bagi lansia menjadi semakin penting. Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, rematik, serta gangguan kognitif. Selain itu, keterbatasan aktivitas fisik seringkali berdampak pada menurunnya kualitas hidup, munculnya rasa kesepian, hingga berkurangnya kemandirian. Secara nasional, peningkatan jumlah lansia juga terus terjadi. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa proporsi lansia di Indonesia telah mencapai lebih dari 10% dari total penduduk, yang menandakan Indonesia mulai memasuki struktur penduduk menua (ageing population). Kondisi ini perlu diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas hidup lansia melalui pelayanan kesehatan dan sosial yang terintegrasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Desa Pleset menghadirkan inovasi SENAM LASEGAR (Senam Lansia Segar Bugar) sebagai bentuk pelayanan publik yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, mental, dan sosial lansia. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan Puskesmas Pangkur serta melibatkan kader posyandu lansia dan masyarakat. Kegiatan senam dilaksanakan secara rutin setiap minggu di balai desa dengan durasi sekitar 45 menit hingga 1 jam, dipandu oleh tenaga kesehatan yang telah memahami kebutuhan fisik lansia. Program SENAM LASEGAR dirancang sebagai upaya preventif untuk mengurangi risiko penyakit degeneratif sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh. Menurut World Health Organization, aktivitas fisik rutin pada lansia dapat menurunkan risiko penyakit kronis, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta menjaga kesehatan mental. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang penting bagi lansia untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan sosial sehingga terhindar dari isolasi sosial dan depresi.
Pelaksanaan program ini tidak hanya berfokus pada senam, tetapi juga terintegrasi dengan kegiatan lain seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan berkala, serta edukasi pola hidup sehat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 yang menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan dan derajat kesehatan lansia secara menyeluruh. Sejak dilaksanakan, program SENAM LASEGAR telah memberikan dampak positif yang nyata. Banyak lansia melaporkan peningkatan energi, kualitas tidur yang lebih baik, serta berkurangnya keluhan nyeri sendi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya semangat hidup dan partisipasi aktif lansia dalam kegiatan sosial. Bahkan, terbentuk kelompok lansia aktif yang secara mandiri mengembangkan kegiatan tambahan seperti arisan sehat, edukasi gizi, hingga kunjungan sosial kepada sesama lansia.
Dari sisi kelembagaan, program ini juga meningkatkan peran kader kesehatan dan posyandu lansia dalam memantau kondisi kesehatan peserta. Keterlibatan keluarga juga semakin meningkat, di mana anggota keluarga mulai lebih peduli dalam mendukung aktivitas dan pola hidup sehat lansia di rumah. Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah desa dan Puskesmas Pangkur menjadi kunci keberhasilan program ini dalam memberikan layanan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, inovasi SENAM LASEGAR tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan fisik lansia, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan sederhana seperti senam rutin, jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif, mampu memberikan perubahan signifikan dalam kualitas hidup lansia. Dengan keberlanjutan program dan dukungan berbagai pihak, SENAM LASEGAR berpotensi menjadi model inovasi desa yang dapat direplikasi di daerah lain dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia secara menyeluruh.