Model Entrepreneurship Smart Farming (ESF) pada Petani Kecil dalam Upaya Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan pada Sektor Pertanian di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Kata Kunci:
ESF, Ketahanan Pangan, Kemiskinan, PertanianAbstrak
Artikel ini bertujuan merumuskan model Entrepreneurship Smart Farming (ESF) sebagai strategi penguatan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan pada sektor pertanian di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Meskipun Ngawi merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur, tingkat kemiskinan petani masih relatif tinggi akibat keterbatasan lahan, rendahnya produktivitas, lemahnya kelembagaan, dan akses pasar yang belum optimal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, in-depth interview, serta analisis pemangku kepentingan menggunakan metode MACTOR dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ESF mengintegrasikan teknologi pertanian cerdas, kewirausahaan, dan kolaborasi lintas aktor untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha tani. Faktor utama pengentasan kemiskinan meliputi aspek kelembagaan, sumber daya manusia, adopsi teknologi, permodalan, dan pemasaran. Model ESF direkomendasikan sebagai kebijakan strategis berbasis kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani kecil secara berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wedyodiningrat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.